Kekuatan Kata
Bismillahirrahmanirrahim...
Rasa syukur
tiada henti terhaturkan kepada Allah SWT yang telah telah memberi nikamat iman
dan Islam. Doa shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi
Muhammad SAW yang telah menyampaikan ajaran Islam kepada semua umat.
Beberapa hari
ini rasanya menemukan sesuatu yang sulit dan menyulitkan, yaitu penyesalan akan
uangkapan yang dulu pernah terucap begitu saja tanpa pikir panjang, sehingga
pada saat ini perkataan tersebut menjadi alasan yang selalu menghantui untuk
melemahkan tekad dan asa. Kata-kata tersebut umpama sihir yang merubah masa
depan menjadi suram seketika, sungguh sesak hati ini dibuat galau dan lemah
olehnya, entah energi apa yang terkandung didalamnya sehingga menyebabkan
hilangnya energi kehidupan dalam tubuh ini. Pasrah dan berusaha yang dapat
dilakukan untuk saat-saat ini, semoga proses dan proses akan merubah menset
dalam alam bawah sadar ini, sehingga menemukan ritmenya kembali untuk membangun
asa dan prinsip yang kuat menjadi yang terbaik.
Kata-kata
adalah susunan huruf yang membentuk istilah tertentu, setiap kata yang
terbentuk mengandung arti terhadap sesuatu hal. Bahkan terkadang mengadung
magnet yang dapat merubah keadaan, seperti susunan kata yang diucapkan para
motivator atau dawuh-dawuh yang
disampaikan para ulama. Sebenarnya ada apa dalam setiap kata yang diucapkan
manusia, apakah benar mempunyai kekuatan untuk merubah keadaan atau tidak ada
kekuatan sama sekali, dan perubahan di sebabkan oleh seseorang yang
mengatakan?.
Dinamika ilmu
bahasa banyak membahas susunan-susunan kata menjadi sebuah kalimat, apakah
menunjukkan pekerjaan, perintah, atau larangan. Namun dalam disiplin Ilmu
bahasa tersebut belum mampu mengungkap secara rasional kekuatan yang mungkin
terkandung dalam setiap susunan kata. Dalam ungkapan jawa dikatakan “asma
kinaryo jopo”, ungkapan ini seakan mengajak pada pemahaman bahwa susunan
kata mempunyai kekuatan yang akan merubah keadaan penyandangnya atau
pengucapanya. Dalam konteks ilmu hikmah disebutkan bahwa setiap huruf
mengandung kekuatan khusus sehingga ketika tersusun menjadi sebuah kata akan
membentuk energi yang akan mempengaruhi keadaan bagi orang yang mengucapkanya.
Dr. Masaru
Emoto dari Jepang pernah melakukan penelitian terhadap air yang di beri
kata-kata baik, atau kata-kata buruk. Ketika air tersebut di puji-puji maka
menyebabkan jernihnya dan mengkristalnya air. Namun ketika air tersebut
dimaki-maki maka akan menyebabkan keruhnya air. Penelitian ini menunjukkan
bahwa setiap kata yang diuangkapkan oleh seseorang mengandung kekuatan yang
dapat merubah keadaan. Oleh karenanya, tradisi suwuk yang masih terlaku
dalam masyarakat jawa khususnya mempunyai alasan yang cukup rasional, hal ini
bukan hanya berdasar dari relegiuitas masayarakat jawa tapi juga karena memang
sejak dulu mereka tahu bahwa setiap kata mengandung Japa (mantra) yang mampu
mempengaruhi penyandangnya.
Dari keterangan
diatas, apakah masih ada keraguan bahwa kata mengandung energi hebat?. Jika
memahami dengan baik semua alasan tersebut maka keraguan bukanlah jawaban
tepat. Tapi yakin dan percaya bahwa kata mempunyai kekuatan adalah jawaban
tepat pada saat ini. Entah waktu yang akan datang apakah kebenaran sekarang
akan bertahan atau tidak.
Wallahua’lam....
Malang, 30 Oktober 2015

Komentar
Posting Komentar